Efisiensi Energi Menjadi Perhatian Industri

Dalam artikel yang diterbitkan pada 31 Mei 2026, ABB membahas efisiensi energi di sektor industri dan bagaimana penerapannya dapat mendukung penggunaan energi yang lebih rendah, mengurangi biaya operasional, serta mengurangi emisi karbon.

ABB mencatat bahwa penggunaan energi primer global meningkat 145 persen dalam 50 tahun hingga 2024. Sementara itu, permintaan listrik diproyeksikan tumbuh sebesar 1,1 petawatt-hour per tahun hingga 2030.

ABB juga mengutip data International Energy Agency (IEA) yang menunjukkan bahwa permintaan energi global tumbuh lebih dari 2 persen pada 2024, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan jangka panjang sebesar 1,4 persen.

Dalam pembahasan tersebut, ABB menyebut efisiensi energi sebagai bagian dari upaya mengurangi biaya energi, memperkuat ketahanan energi, dan mengurangi emisi. Efisiensi energi juga dikaitkan dengan peningkatan produktivitas melalui penggunaan energi yang lebih rendah.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah penggunaan motor di sektor industri. Menurut estimasi ABB, terdapat sekitar 300 juta motor dalam basis motor global, dengan sebagian besar masih beroperasi di bawah tingkat efisiensi yang optimal.

Digitalisasi juga menjadi bagian dari pembahasan efisiensi energi. ABB mengutip estimasi IEA bahwa kecerdasan buatan (AI) dan optimalisasi digital dapat meningkatkan efisiensi sebesar 3 hingga 10 persen di sektor transportasi dan industri.

Pada sistem yang menggunakan motor, ABB membahas penggunaan connected drives, sensor, dan analitik. Penerapan tersebut dapat membantu menentukan ukuran peralatan dengan tepat, menyesuaikan kecepatan motor dengan kebutuhan proses secara langsung, serta memprediksi dan mencegah gangguan sebelum menyebabkan operasi yang tidak efisien atau penghentian yang tidak direncanakan.

Salah satu contoh yang dibahas ABB adalah Aurubis di Pirdop, Bulgaria. Aurubis mengganti 460 motor lama dengan motor ABB IE4 dan IE5 berefisiensi tinggi. Sebagian motor tersebut dipasangkan dengan ABB drives. Menurut ABB, peningkatan tersebut menghasilkan penghematan listrik sebesar 25 GWh per tahun dan mengurangi emisi CO₂ sebesar 12.000 ton per tahun.

Contoh lainnya terdapat pada fasilitas produksi vaksin GlaxoSmithKline Biologicals (GSK) di Tuas South, Singapura. ABB menyebut peningkatan motor di fasilitas tersebut diproyeksikan menghasilkan penghematan listrik hingga 615 MWh per tahun, mengurangi emisi CO₂ sebesar 246 ton, serta menurunkan biaya energi hingga USD 130.000.

ABB juga membahas efisiensi energi pada pusat data. Sistem pendinginan disebut dapat menyumbang hingga 40 persen dari penggunaan listrik sebuah pusat data, sementara kapasitas pusat data global tumbuh sekitar 19–22 persen setiap tahun.

Melalui pembahasan tersebut, ABB menyoroti berbagai bagian yang berkaitan dengan efisiensi energi, mulai dari penggunaan motor dan sistem penggerak hingga teknologi digital, sensor, dan analitik. Beberapa contoh penerapan di lingkungan industri juga ditampilkan untuk menggambarkan bagaimana efisiensi energi diterapkan pada fasilitas yang berbeda.

Sumber: ABB, “Industrial energy efficiency: from ambition to scalable execution”, 31 Mei 2026.
https://www.abb.com/global/en/company/stories/energy-efficiency?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *